PELATIHAN INSTRUKTUR CONTENT CREATOR: “Membentuk Creator yang Produktif dan Mandiri di Era Digital”
digitama
21:26:39
2025-10-31
Kudus, 1 September 2025 — UKM Digitama UIN Sunan Kudus menggelar kegiatan Pelatihan Instruktur Content Creator dengan tema “Membentuk Creator yang Produktif dan Mandiri di Era Digital.” Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SBSN Lantai 2 dan diikuti oleh anggota aktif UKM Digitama serta mahasiswa yang memiliki minat di bidang konten digital dan media kreatif.
Acara dibuka oleh Ketua Umum UKM Digitama, Eugina Rhisma Agustin, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UKM Digitama untuk meningkatkan kompetensi anggota dalam menghadapi tantangan industri kreatif masa kini.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berkarya dan profesionalitas anggota dalam dunia digital, sehingga Digitama mampu melahirkan kreator muda yang unggul dan mandiri,” ungkapnya.
Pelatihan menghadirkan Abas Fauzi, S.Sn., M.A. sebagai narasumber, serta dipandu oleh Febriana Widya Rahayu sebagai moderator. Dalam sesi materi, Abas Fauzi membahas secara mendalam mengenai teknik pembuatan konten digital yang mencakup tiga tahapan utama:
1. Pra-produksi, meliputi riset ide, penyusunan konsep, pembuatan naskah, dan storyboard.
2. Produksi, yang berfokus pada teknik pengambilan gambar dan audio menggunakan peralatan dasar seperti kamera, smartphone, stabilizer, lampu, dan mikrofon eksternal.
3. Paska-produksi, mencakup proses penyuntingan video, penambahan efek visual, audio, serta publikasi konten ke berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya riset sebelum membuat konten melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk menghasilkan karya yang informatif dan autentik. Peserta juga diperkenalkan pada teknik videografi dasar, seperti rule of third, pencahayaan, dan gerakan kamera (panning, tilting, zooming, tracking, arc, dan lainnya).
Dalam penutupnya, narasumber mengingatkan bahwa media bukan hanya merekam realitas, tetapi juga membentuk realitas baru melalui konstruksi visual dan naratif. Oleh karena itu, seorang kreator konten harus memiliki tanggung jawab sosial dan etika dalam setiap karya yang dipublikasikan. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, UKM Digitama berharap dapat mencetak instruktur dan kreator muda yang produktif, inovatif, serta berdaya saing di era digital.
Acara dibuka oleh Ketua Umum UKM Digitama, Eugina Rhisma Agustin, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UKM Digitama untuk meningkatkan kompetensi anggota dalam menghadapi tantangan industri kreatif masa kini.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berkarya dan profesionalitas anggota dalam dunia digital, sehingga Digitama mampu melahirkan kreator muda yang unggul dan mandiri,” ungkapnya.
Pelatihan menghadirkan Abas Fauzi, S.Sn., M.A. sebagai narasumber, serta dipandu oleh Febriana Widya Rahayu sebagai moderator. Dalam sesi materi, Abas Fauzi membahas secara mendalam mengenai teknik pembuatan konten digital yang mencakup tiga tahapan utama:
1. Pra-produksi, meliputi riset ide, penyusunan konsep, pembuatan naskah, dan storyboard.
2. Produksi, yang berfokus pada teknik pengambilan gambar dan audio menggunakan peralatan dasar seperti kamera, smartphone, stabilizer, lampu, dan mikrofon eksternal.
3. Paska-produksi, mencakup proses penyuntingan video, penambahan efek visual, audio, serta publikasi konten ke berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya riset sebelum membuat konten melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk menghasilkan karya yang informatif dan autentik. Peserta juga diperkenalkan pada teknik videografi dasar, seperti rule of third, pencahayaan, dan gerakan kamera (panning, tilting, zooming, tracking, arc, dan lainnya).
Dalam penutupnya, narasumber mengingatkan bahwa media bukan hanya merekam realitas, tetapi juga membentuk realitas baru melalui konstruksi visual dan naratif. Oleh karena itu, seorang kreator konten harus memiliki tanggung jawab sosial dan etika dalam setiap karya yang dipublikasikan. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, UKM Digitama berharap dapat mencetak instruktur dan kreator muda yang produktif, inovatif, serta berdaya saing di era digital.