Header

Produksi Film Pendek UKM Digitama UIN Sunan Kudus 2026

digitama   11:44:57   2026-07-18
Produksi Film Pendek UKM Digitama UIN Sunan Kudus 2026
Produksi film pendek merupakan salah satu program kerja tahunan Unit Kegiatan Mahasiswa Sinema Digitama yang bertujuan menjadi wadah pengembangan kreativitas, kompetensi, dan pengalaman mahasiswa di bidang perfilman. Program ini dilaksanakan melalui tahapan pengembangan ide, penulisan naskah, pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi sebagai bentuk implementasi pembelajaran praktik perfilman yang melibatkan seluruh anggota UKM.
Pada periode pelaksanaan program kerja ini, UKM Sinema Digitama berhasil memproduksi dua karya film pendek, yaitu Anyaman Rindu dan Rumah Tanpa Arah, yang melibatkan mahasiswa sebagai pemeran maupun kru produksi.
1. Film Pendek Anyaman Rindu
Film Anyaman Rindu mengangkat kisah Tari, seorang penari yang kehilangan kedua orang tuanya akibat kecelakaan. Keinginan Tari untuk melestarikan budaya lokal melalui Tari Caping Kalo menjadi inti cerita yang dipadukan dengan perjalanan emosional dalam menghadapi kehilangan dan mengenang keluarganya. Film ini tidak hanya menjadi media ekspresi seni, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat.
Produksi film ini melibatkan mahasiswa sebagai pemain dan kru produksi dengan susunan sebagai berikut.
Pemeran (Cast):
• Nadya Rihhdatul Aisy sebagai Tari
• Nur Afni Rohma Oktavia sebagai Nita
• Fahmi Ilham Bazuri sebagai Bapak
• Dhita Yuniar M sebagai Ibuk
• Shavira Arsya Aswina Pusa sebagai Nita Kecil
• Radinka Latisya Anindita sebagai Tari Kecil
• Cindy Ardhea Cahyani sebagai Mbak Arum
• Lina Zahrotus Salwa sebagai Alika
• Nailah Farasifa sebagai Dina

Produksi (Crew):
• Izzuna Khoirunnida sebagai Produser
• Alaika Shila Mubarok sebagai Sutradara
• Muhammad Athfal Dafiq sebagai asisten sutradara
• Intiha ul akmaliyah sebagai sebagai script writer
• Muhammad Athfal Dafiq sebagai sebagai DOP
• Frirzhan Aditya Sasmito sebagai cameramen
• Najib Hasan sebagai editor
• Nailah Farasifa dan Dian Alviana ebagai penata kostum
• Cindy Ardhea Cahyani sebagai penata rias
• Muhammad Irfan Royyani sebagai penata artistic
• Afrizal Khoirul Azra sebagai penata Cahaya
• Lina Zahrotus Salwa, Ahmad Fikri Afthoni, Izzudin Ghinan Nabira sebagai Runner
• Ahmad Daim Mubarok sebagai Desaign
• Irfan Fadhil Abdillah dan Muhammad Iksas Fikri sebagai soundsistem
• Muhammad Irfan dan Wijdan Nawa Al Anwari sebagai BTS
Atas kualitas karya yang dihasilkan, Anyaman Rindu berhasil meraih Gold Medal pada ajang kompetisi Seiba Festival Internasional yang ke-4th yang diselenggarakan oleh UIN Imam Bonjol Padang, sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan karya film yang mengangkat nilai budaya lokal.
2. Film Pendek Rumah Tanpa Arah
Film Rumah Tanpa Arah mengangkat kisah hubungan kakak dan adik yang dipenuhi kasih sayang, pengorbanan, dan kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan sederhana tanpa banyak kata. Cerita ini menyampaikan pesan bahwa cinta dalam keluarga tidak selalu diungkapkan melalui ucapan, tetapi tercermin dari perhatian, pengorbanan, dan ketulusan dalam setiap tindakan.
Produksi film ini melibatkan mahasiswa sebagai pemain dan kru produksi dengan susunan sebagai berikut.
Pemeran (Cast):
• Muhammad Mishbahul Munir
• Tisya Athalia Zulfa
Produksi (Crew):
• Muhammad Irfan sebagai produser
• Izzuna Khoirunnida sebagai manager produksi
• Alaika Shila Mubarok sebagai sutradara
• Intiha ul Akmaliyah sebagai script writer
• Nailah Farasifa dan Wijdan Nawa Al Anwari sebagai penata artistic
• Najib Hasan sebagai DOP
• Cindy Ardhea Cahyani sebagai penata kostum dan rias
• Irfan Fadhil Abdillah sebagai penata suara
• Lina Zahrotus Salwa sebagai pembantu umum
• Muhammad Athfal Dafiq sebagai cameramen
• Frirzhan Aditya Sasmito sebagai editor
• Afrizal Khoirul Azra sebagai Desain
• Muhammad Irfan Royyani dan Muhammad Fikri Afthoni sebagai runner
Film Rumah Tanpa Arah berhasil memperoleh apresiasi di tingkat nasional dengan lolos kurasi Festival Film Anak Bangsa (FFAB) sebagai salah satu dari 30 film terbaik yang terpilih dari 93 film peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, film ini juga memperoleh kesempatan untuk ditayangkan di platform Sinea.id, sehingga dapat menjangkau penonton yang lebih luas serta menjadi representasi karya UKM Sinema Digitama di tingkat nasional.